Kamis, 10 November 2011

TUGAS SIA (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI)

TUGAS SIA (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI)
1.Di bioskop, ada seorang pegawai yang biasanya bertanggung jawab untuk memberikan karcis dan menerima uang, sementara pegawai lainnya mengumpulkan karcis saat penonton memasuki bioskop. Apa alasan kegiatan ini?

Jawab :
Alasan dari kegiatan di atas adalah agar dalam pembagian tugas internal ini dapat memberikan nialai efektifitas untuk semua pegawai yang bekerja di bioskop tersebut. Dengan adanya pembagian tugas seperti ini mencegah seorang pegawai mengambil semua kendali terhadap semua kegiatan transaksi keuangan yang berlangsung di bioskop tersebut.semua kgiatan yang dilakukan bertujuan untuk Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dan efektif sehingga kita dapat memantau perkembangan pendapatan dan laba rugi suatu perusahaan atau organisasi dari tahun ke tahun untuk memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi dan untuk mempersulit seorang pegawai dapat mencuri uang tunai atau aset lainnya.Pemisahan tugas pada kegiatan diatas dapat membantu penjagaan dan meningkatkan keakuratan, karena setiap pegawai dapat melihat dan karenanya dapat membatasi tindakan pegawai lainnya.Karena pemisahan tugas yang tidak memadai dapat menciptakan kesempatan untuk pencurian dalam organisasi.

2.Banyak restoran yang menggunakan nota pesanan pelanggan yang telah diberi nomor terlebih dahulu. Setiap pelayan diberikan nota ini untuk menulis pesanan pelanggan. Pelayan diberitahukan untuk tidak membuang satupun nota pelanggan tersebut. Apabila terjadi kesalahan, mereka harus membatalkan nota tersebut dan menulis yang baru. Setiap hari, seluruh nota yang dibatalkan akan dikembalikan ke manajer. Bagaimanakah cara kebijakan ini dapat membantu restoran untuk mengendalikan penerimaan kasnya?
JAWAB: Pada permasalahaan ini manager mengumpulkan dan memproses nota yang di batalkan agar dapat terorganisasi secara efisien dan efektif. Selain itu memastikan bahwa nota di catat dan diproses secara akurat dan untuk melindungi pencatatan penerimaan kasnya. Dan juga setiap nota di haruskan menulis nomor di dalam nota agar tidak terjadi kesalahan. itu baik sekali. Nota yang salah atau tidak terpakai tidak dibuang dan biasanya dicap "canceled" sebagai kontrol perusahaan tidak hanya penerimaan kas tetapi juga untuk perhitungan pendapatannya.Setiap hari sebaiknya dilakukan rekonsiliasi penerimaan kas dari kasir dengan nota yang ada. Harusnya memiliki angka yang sama. Apabila terjadi selisih, bisa ditelusuri dari nota yang "canceled" tersebut.Nota yang telah diberi nomor berurutan tersebut disebut prenumbered dan termasuk dalam bagian penting dalam ilmu auditing.

Rabu, 09 November 2011

E-BUSINESS (Electronic business)

Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.


• Pelaku E-Business
‐ Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis

• Alat/Media/Sumber Daya yang Digunakan
‐ Teknologi informasi dan komunikasi
‐ Komputer, data yang telah terkomputerisasi
‐ internet

• Kegiatan Sasaran
‐ Kegiatan bisnis
‐ Proses bisnis utama
‐ Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi
‐ Operasi bisnis utama

• Tujuan
‐ Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi
‐ Transformasi proses bisnis
‐ Sharing informasi

• Keuntungan
- Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
- Memberikan nilai bisnis yang berbeda
- Efisien
- Peningkatan produktivitas dan keutungan

Contoh: Harian Kompas yang juga memiliki e-bisnis Kompas Online. Kompas menjalankan
proses bisnis utamanya berupa penyediaan berita dan distribusinya, tidak lagi hanya melalui
media cetak saja tetapi juga melalui internet. Keutungan yang dapat diberikan Kompas online
dapat diakses oleh seluruh penduduk di Indonesia (bahkan dunia), up to date, memangkas
biaya kertas, dapat diakses 24 jam, dll.
Seluruh perusahaan, tanpa perduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep e-Business, karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti membutuhkan sumber daya informasi.
7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business
  1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.
  2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.
  3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.
  4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.
  5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif.
  6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.
  7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung.

tugas softkill 2 siklus akuntasi yank terdiri dari siklus pedapatan,pengeluaran,produksi,penggajian SDM,keuangan


SIKLUS PENGAJIAN dan SDM
Aktivitas Siklus Penggajian
• Apakah aktivitas-aktivitas dasar yang dilakukan dalam siklus penggajian ?
1. Perbarui File Induk Penggajian
2. Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak
3. Validasi Data Waktu dan Kehadiran
4. Mempersiapkan Penggajian
5. Membayar Gaji
6. Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan
7. Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain
Perbarui File Induk Penggajian (Aktivitas 1)
• Aktivitas pertama dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian melibatkan pembaruan file induk penggajian untuk mencerminkan berbagai jenis perubahan penggajian seperti: mempekerjakan orang baru, pemberhentian, perubahan tingkat gaji, atau perubahan dalam pengurangan diskresi.
• Merupakan hal yang penting untuk diperhatikan bahwa semua perubahan penggajian dimaksudkan tepat pada waktunya dan secara tepat ditampilkan dalam periode pembayaran berikutnya.
Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak (Aktivitas 2)
• Aktivitas kedua dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian adalah memperbarui informasi mengenai tarif dan pemotongan pajak lainnya.
• Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerima pembaruan mengenai perubahan dalam tarif pajak dan pemotongan gaji lainnya dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi.
Validasi Data Waktu dan Kehadiran (Aktivitas 3)
• Aktivitas ketiga dalam siklus penggajian adalah memvalidasi data waktu dan kehadiran pegawai.
• Informasi ini datang dalam berbagai bentuk, bergantung pada status pembayaran pegawai.
Mempersiapkan Penggajian (Aktivitas 4)

• Aktivitas keempat dalam siklus penggajian adalah mempersiapkan penggajian.
• Data mengenai jam kerja diberikan dari departemen tempat pegawai bekerja..
• Informasi tingkat gaji didapat dari file induk penggajian.
• Orang yang bertanggunjawab membuat cek pembayaran tidak dapat membuat rekord baru ke file ini.
Membayar Gaji (Aktivitas 5)
• Aktivitas kelima adalah pembayaran yang sesungguhnya atas cek gaji ke pegawai.
• Sebagian besar pegawai dibayar dengan menggunakan cek atau dengan penyimpanan langsung gaji bersih ke rekening bank pribadi mereka.
Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan (Aktivitas 6)
• Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi pegawai secara langsung
• Hukum federal dan negara bagian juga mensyaratkan perusahaan untuk memberikan kontribusi dalam persentase tertentu ke setiap gaji kotor pegawai, hhingga ke batas maksimum tahunan, untuk dana asuransi kompensasi pengangguran federal dan negara bagian.
• Perusahaan sering kali memberikan kontribusi atau menanggung keseluruhan pembayaran premi asuransi kesehatan, cacat, dan jiwa untuk para pegawai.
Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain (Aktivitas 7)
• Aktivitas terakhir dalam proses penggajian membayar kewajiban pajak penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai.
• Organisasi harus secara periodik membuat cek atau menggunakan transfer dana secara elektronis untuk membayar berbagai kewajiban pajak yang terjadi.

SIKLUS KEUANGAN



Siklus Keuangan Terdiri dari :

-Jurnal Pemasukan.
- Jurnal Buku Besar.
-Neraca.
-Laporan L/R dll

siklus produksi

Aktivitas Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.

- Aktivitas-Aktivitas Siklus Produksi

• Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat waktu merupakan input penting dalam keputusan mengenai hal-hal berikut ini :
• Bauran produk
• Penetapan harga produk
• Alokasi dan perencanaan sumber daya (contoh apakah membuat atau membeli)
• Manajemen Biaya
• Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
• Perancangan Produk
• Perencanaan dan Penjadwalan
• Operasi Produksi
• Akuntansi Biaya

Perancangan Produk (Aktivitas 1)
• Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.
• Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
Perencanaan dan Penjadwalan (aktivitas 2)
• Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan.
• Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
Operasi Produksi (Aktivitas 3)
• Computer-Integrated Manufacturing (CIM) adalah penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi, seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh kompute, untuk mengurangi biaya produksi.
• Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari operasi produksinya :
1. Bahan baku yang digunakan
2. Jam tenaga kerja yang digunakan
3. Operasi mesin yang dilakukan
4. Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi
Akuntansi Biaya (Aktivitas 4)
• Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya.
• Apakah tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya itu ?
1. Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi
2. Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
3. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.

Pengendalian: Tujuan,
Ancaman, dan Prosedur

• Fungsi kedua dari SIA dirancang dengan baik adalah untuk memberikan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan tersebut terpenuhi :
1. Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik.
2. Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya.
3. Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat.

• Apakah ancaman-ancamannya ?
– Transaksi yang tidak diotorisasi
– Pencurian atau pengrusakan persediaan dan aktiva tetap
– Kesalahan pencatatan dan posting
– Kehilangan data
– Masalah tidak efisien dan pengendalian kualitas
• Apakah prosedur pengendalian itu ?
– Ramalan penjualan yang akurat dan catatan persediaan
– Otorisasi produksi
– Larangan akses ke program perencanaan produksi dan ke dokumen pesanan produksi yang kosong
– Tinjauan dan persetujuan biaya aktiva modal

Kebutuhan Informasi dan Prosedur
• Fungsi ketiga dari SIA adalah untuk memberikan informasi yang berguna untuk mengambilan keputusan.
• Dalam siklus produksi, informasi biaya adalah dibutuhkan oleh para pemakai internal dan eksternal.
• Tradisional, kebanyakan sistem akuntansi biaya awalnya telah didesain untuk memenuhi permintaan pelaporan keuangan

siklus pendapatan

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.
AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENDAPATAN
Empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :
1. Penerimaan pesanan dari para pelanggan
mengambil pesanan pelanggan
Persetujuan kredit
Memeriksa ketersediaan persediaan
Menjawab permintaan pelanggan
2. Pengiriman barang
Ambil dan pak pesanan
Kirim pesanan
3. Penagihan dan piutang usaha
Penagihan
Pemeliharaan data piutang usaha
Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan
4. Penagihan kas
angkah keempat (terakhir) dalam siklus pendapatan adalah penagihan kas, melibatkan:
1. Menangani kiriman uang pelanggan
2. Menyimpannya ke bank
Siklus Pengeluaran
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
Apakah tiga aktivitas bisnis dasar dalam siklus pengeluaran ?
a) Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan.
  • Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]):
- Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
  • Metode-metode pengendalian persediaan alternatif :
- MRP (material requirement planning)
Pendekatan ini bertujuan mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
- JIT (just in time)
Sistem JIT berusaha untuk meminimalkan, jika bukan menghilangkan, baik biaya penggudangan maupun kekurangan persediaan.
b) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.
  • Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:
- Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:
  1. Memutuskan apakah menerima pengiriman
  2. Memeriksa jumlah dan kualitas barang
Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.
Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
- Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembbayaran.
  1. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar
  2. Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran

Senin, 03 Oktober 2011

Senin, 03 Oktober 2011

Siklus Akuntansi



Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.
Siklus Akuntansi DEFINISI AKUNTANSI Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu: Fungsi dan Kegunaan, Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

Proses Kegiatan, Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya. Akuntansi dan Tata Buku Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.







Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
  • Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
  • Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
  • Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar.
  • Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
  • Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
  • Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
  • Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

Selasa, 26 April 2011

bab 3 .Ketahanan terhadap budaya

Kali Sengara

Membangun Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Kesenian

Meutia Farida Hatta Swasono *)
Mengawali keynote-speech ini, pertama-tama perlu saya kemukakan bahwa masih banyak di antara masyarakat awam kita yang mengartikan “kebudayaan” sebagai “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua memahami bahwa kesenian hanyalah sebagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.
Kebudayaan secara utuh sebenarnya meliputi pola pikir atau mindset suatu masyarakat (tentang segala perikehidupannya di masa lampau, masa kini dan masa depan), yang banyak terekspresikan melalui aneka-ragam dan aneka dimensi kesenian. Demikian pula, kesenian merupakan salah satu wadah dominan untuk mengartikulasikan kebudayaan tak berwujud (intangible culture).
Kemajuan kebudayaan bangsa dan peradabannya membawa serta, dan sekaligus secara timbal-balik dibawa serta, oleh kemajuan keseniannya.

Perkenankanlah saya menyampaikan proposisi sebagai titik-tolak untuk membahas peranan kesenian dalam membangun ketahanan budaya, sebagai berikut: “Kesenian merupakan bagian penting dari kebudayaan, sebagai ekspresi dan artikulasi dari hasil cipta, karsa dan karya. Apabila kesenian dapat mentransformasi diri sebagai milik bersama dan kebanggaan bersama yang dipangku oleh suatu masyarakat (lokal atau nasional), maka kesenian akan dapat berperan untuk meningkatkan ketahanan budaya”.
Proposisi di atas akan mendorong kita ke arah pelaksanaan tugas akademik kita sebagai berikut: (1) Kita perlu mengidentifikasi kesenian-kesenian tertentu yang dominan dan sinambung (viable), yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperkaya, serta dapat menarik munculnya daya apresiasi masyarakat; (2) Kesenian-kesenian terpilih diartikulasikan sesuai dengan tuntutan perkembangan sosial, sehingga mudah beradaptasi dan mendorong kepekaan umum terhadap nilai-nilai keanggunan seni; (3) Mencapai tujuan utama mendorong dinamika seni menjadi kreasi dan santapan segar untuk kelengkapan kehidupan sehari-hari, menjadikannya semacam way of life.
Dalam dimensi pengembangan kesenian seperti tersebut di atas, dapatlah dikemukakan proposisi derivatnya: “Pembangunan kesenian adalah pembangunan nilai-nilai seni dan apresiasi seni untuk meningkatkan kemartabatan seniman dan masyarakat, sekaligus juga meningkatkan mutu seni dan apresiasi terhadap kesenian”.
***
Dengan demikian, dalam Pembangunan Nasional, kesenian sebagai bagian dari Kebudayaan Nasional memperoleh maknanya dalam kaitan dengan pemahaman dan apresiasi nilai-nilai kultural. Oleh karena itu, untuk meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka Pembangunan Nasional perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya pengem¬bangan kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah kultural”. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu tetap dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat. Melalui dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi, renovasi, revitalisasi, refung¬sionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan, sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan (atau enrichment) karya-karya seni. Di sinilah awal dari kesenian menjadi kekayaan budaya dan “modal sosial-kultural” masyarakat.
Saya mengajak para seniman dan budayawan untuk lebih menyadari makna dari ketahanan budaya bangsa ini sebagai Ketahanan Nasional, agar dalam pancaroba globalisasi, akulturasi dan komunikasi lintas budaya, bangsa ini memelihara eksistensi dan soliditas sosialnya, tidak kehilangan kesadaran diri, tidak kehilangan jatidiri, harga diri, atau pun sejarah peradabannya. Eksistensi dan soliditas bangsa ini akan terjaga dengan baik jika pembangunan dan pengembangan seni memperkukuh kesadaran diri dan jatidiri kita sebagai bangsa yang anggun dan beradab.
Ketahanan budaya ini tentu harus selalu kita artikan secara dinamis, di mana unsur-unsur kebudayaan dari luar ikut memperkokoh unsur-unsur kebudayaan lokal. Di sini kiranya perlu kita kemukakan bahwa proses globalisasi, yang dikatakan dapat mempertajam “clash of civilizations”,dan (menurut Samuel Huntington) juga dapat mengakibatkan perusakan berat terhadap peradaban, kemasyarakatan dan kesadaran etnis (exacerbation of civilizational, societal and ethnic self-consciousness,), tidak perlu mengakibatkan pelumpuhan yang memarginalisasi eksistensi bangsa ini, selama kita memiliki ketahanan budaya yang tangguh. Globalisasi yang terekspose melalui media massa, khususunya televisi, sempat mendorong kepinggir berbagai kesenian tradisional. Generasi muda kita makin kurang tertarik belajar dan mengembangkan musik dan tari tradisional (gamelan, angklung, tembang langendrian dst.). Bahkan baru-baru ini, sebagai salah satu contoh yang memprihatinkan, kita telah kehilangan seorang penabuh gendang satu-satunya dalam seni drama makyong di Riau Kepulauan. Dengan hilangnya komponen utama seni drama tradisionil ini, maka bila kita ingin menjaga kelestariannya maka kita harus belajar dari penabuh gendang di Kelantan, Malaysia. Ini hanya sebagian kecil dari contoh keprihatinan yang lebih luas lagi.
Dalam pengertian ini, jelas bahwa bila kita bicara mengenai ketahanan budaya, pada dasarnya kita berbicara pula mengenai pelestariannya dan pengem¬bangannya secara dinamis dengan uapaya-upaya yang lebih khusus.
***
Analogi dengan pembangunan ekonomi yang bermakna sebagai upaya untuk meningkatkan “nilai-tambah ekonomi”, maka pembangunan kesenian dan kebudayaan akan bermakna sebagai upaya meningkatkan “nilai-tambah sosial-kultural”, yaitu nilai-tambah kemartabatan, nilai-tambah kebanggaan, nilai-tambah jatidiri dan nilai-tambah akal-budi serta budi pekerti. Hal ini erat kaitannya dengan apa yang dicita-citakan oleh kemerdekaan bangsa ini, yaitu cita-cita untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Untuk itu saya ingin menegaskan bahwa makna dari “mencerdaskan kehidupan bangsa” bukanlah makna yang berdasarkan pada konsepsi iptek atau pun konsepsi biologi-genetika, melainkan merupakan suatu konsepsi budaya. Dengan demikian “mencerdaskan kehidupan bangsa” merupakan upaya untuk meningkatkan kekayaan batin, meningkatkan kadar budaya bangsa, kadar kemadanian, sebagai suatu proses humanisasi mencapai keadiluhungan yang mengungguli basic instincts, untuk mengangkat harkat dan derajat insani dari bangsa kita.
***
Pada kesempatan ini perlu pula rasanya kita sebagai akademisi menyinggung mengenai “sikap budaya” kita sendiri terhadap globalisasi dan menonjolnya kepentingan-kepentingan ekonomi yang dibawa serta olehnya. Saya ingin menyampaikan keprihatinan saya mengenai “pencurian” terhadap hak-hak atas kekayaan intelektual yang menyangkut karya-karya seni asli Indonesia. Sebagai contoh, batik Indonesia, baik pola maupun processing dan juga berbagai kearifan lokal yang terkandung dalam seni perbatikan, tiba-tiba dipatenkan sebagiannya di dan oleh pihak luar negeri. Lama sebelumnya, kita telah mendengar tentang adanya pelanggaran terhadap hak-hak atas kekayaan intelektual yang terkandung dalam hasil-hasil karya para seniman pemahat Bali. Bahkan akhir-akhir ini kita mendengar pula bahwa makanan tradisional Indonesia seperti tempe dan juga jamu-jamu tradisional Indonesia yang penuh dengan kandungan kearifan lokal dan keunikan tradisi-tradisi lokal sebagai kekayaan intelektual Indonesia, juga mulai makin terancam, dan diaku sebagai kekayaan intelektual dan kekayaan budaya asing. Demikian pula, hal-hal yang berkaitan dengan genetic resources asli Indonesia mengalami nasib yang sama.
Hendaknya masyarakat akademik kita, tidak terkecuali Institut Seni Indonesia Yogyakarta, lebih proaktif dan jangan sekedar berpangku-tangan mengenai hal ini. Kita perlu memiliki sikap budaya yang tegas atas “pembajakan-pembajakan” seperti ini. Sekaligus kita perlu mempertanyakan dan menunjuk pada diri sendiri atas sikap budaya dan kemampuan kita dalam memelihara dan memperkukuh ketahanan budaya bangsa.
Tentu globalisasi, selain harus kita waspadai, juga harus kita lihat sebagai kesempatan-kesempatan baru. Kita harus proaktif di dalamnya. Di situ kita harus “go global” dengan local specifics Indonesia, sehingga Indonesia lebih dikenal sebagai aktor tangguh dalam proses globalisasi, baik dari aspek budaya maupun dari aspek keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari perkembangan kesenian dan kebudayaan Indonesia.
***
Sebagai penutup ingin saya sampaikan bahwa tulisan ini sebenarnya ingin menegaskan tentang ketertinggalan bangsa ini dalam upayanya membangun kesenian dan kebudayaan. Pembangunan Nasional kita yang selama ini terlalu berorientasi kepada membangun pertumbuhan ekonomi, hendaknya segera diarahkan kepada orientasi membangun manusianya. Manusia Indonesianyalah yang harus kita bangun. Kesenian merupakan salah satu bidang terpenting dalam pembangunan bangsa. Kiranya telah merupakan tekad budaya dari pihak saya untuk menegaskan bahwa eksistensi bangsa pada hakekatnya adalah eksistensi budaya adiluhungnya.
Sumber: bappenas.go.id.
*) Dr. Meutia Farida Hatta Swasono adalah mantan Ketua Departemen Antropologi FISIP-UI dan saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Pariwisata Republik Indonesia-red.
Sepertinya tulisan ini adalah keynote-speech di sebuah simposium, akan tetapi tidak ada keterangan lebih jauh mengenai hal ini.


selengkap'a liyat dsni : http://kalisengara.wordpress.com

bab 2 wawasan nusantara jawa tengah

Wadah Info Wisata Indonesia dan Wawasan Nusantara: Cegah Pencurian ...

Pemerintah Jawa Tengah menanggapi serius pencurian arca yang dijual kepada kolektor asing. Mereka pun berencana memasang closed circuit television atau CCTV pada candi-candi bersejarah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi ... ?Banyak para pencurian candi itu menjual hasil curiannya kepada kolektor asing. Seperti pada tahun 80 an Candi Cetok karang anyar yang candinya hilang diperjualbelikan ke kolektor di Singapura,? ungkap Gutomo. Posted by karya anak desa at 7:41 PM ...

Karya Cinta Anak Desa dan Wawasan Nusantara: Berburu Ikan Paus di ...

Nusa Tenggara Timur memang kaya akan budaya tereksotis di negeri Indonesia, termasuk tarian yang juga mengundang decak kagum para insan perfilman seperti Tari Caci yang gagah berani. Posted by karya anak desa at 7:27 PM ...

Karya Cinta Anak Desa dan Wawasan Nusantara: Arkeolog Paling ...

... menjual arca atau peninggalan sejarah adalah arkeolog,? ungkapnya. Kebanyakan arca tersebut dibawa ke Bali untuk dijual secara ilegal kepada turis-turis asing di sana dengan harga tinggi. Untuk melakukan pencegahan itu, pemerintahpun bekerjasama dengan bea cukai. ?Untuk itu kami berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk lebih memperhatikan peninggalan sejarah lewat pintu keluar bandara dan pelabuhan,? ujarnya. Posted by karya anak desa at 7:27 PM. Labels: Travelling ...

Karya Cinta Anak Desa dan Wawasan Nusantara: Retak Bekas Gempa ...

... masih mencari metode lain untuk yang terbaik untuk menghadapi retakan. Kami tak berani simpulkan berapa persen kerusakannya, karena belum tahu situasi dan kandungan di dalam candi," tutupnya. Posted by karya anak desa at 7:25 PM ...

Karya Cinta Anak Desa dan Wawasan Nusantara: Pariwisata Yogyakarta ...

Kepala Museum Benteng Vredeburg, Sri Ediningsih, mengaku setelah terjadinya gempa bumi dan erupsi gunung merapi kunjungan wisatawan yang datang sempat mengalami penurunan pada 2 bulan setelah bencana, namun setelah itu mengalami peningkatan . ... Museum Benteng Vredeburg mengadakan sejumlah acara seperti Kemah Budaya yang melibatkan 260 peserta sekolah pilihan pada 22 sampai 24 Juli 2011 dan pameran museum di Yogya," tutupnya. Posted by karya anak desa at 7:25 PM ...

Wadah Info Wisata Indonesia dan Wawasan Nusantara: AirAsia Travel ...

... tidak termasuk periode liburan Lebaran yaitu mulai tanggal 26 Agustus sampai 4 September 2011, dengan metode pembayaran menggunakan kartu kredit ataupun secara tunai,? tutupnya. Posted by karya anak desa at 7:22 PM ...

Karya Cinta Anak Desa dan Wawasan Nusantara: Wisata Favorit Kota ...

Sambil mengagumi jernihnya air laut dengan berenang di pantai, pengunjung juga bisa menikmati panorama matahari terbenam sembari mencicipi berbagai penganan daerah yang dijual di sekitar lokasi wisata, seperti pisang goreng, milu rebus, ...

Wadah Info Wisata Indonesia dan Wawasan Nusantara: Air Terjun Dolo ...

Tempat wisata ini terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri, Jawa Timur. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat ... kita dapat menemukan kebun sayur dan stroberi di sebuah pondokan yang terbuat dari bambu. Untuk wisatawan dapat membeli sayuran dan stroberi yang masih segar dan dapat memetiknya sendiri. Posted by karya anak desa at 7:18 PM ...
http://www.indonesiasearchengine.com
 

Selasa, 22 Maret 2011

pengaruh globalisasi terhadap perilaku anak remaja

Di era global ini informasi seperti udara yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan cukup mudahnya. Bahkan, nyaris tidak ada penghalang sedikitpun karena seberapa kecil celah maka udara dapat menyelinap. Informasi yang ibarat udara ini mudah tersebar ke mana-mana melalui berbagai media, seperti televisi, radio, internet, buku, HP, CD, VCD, atau DVD. Adanya informasi yang menyebar ke berbagai arah berakibat dunia seakan-akan menjadi tanpa batas. Dampak baik dan burukpun dapat muncul seiring dengan konten (isi) informasi tersebut. Apabila informasi ini tidak difilter, niscaya akan terjadi bencana pergeseran nilai dan moral. Parahnya, kalangan remaja yang paling banyak memperoleh pengaruh buruk ini.

Pergeseran nilai dan moral bangsa akan lebih berefek pada kalangan remaja. Sebagai contoh, lunturnya cinta tanah air, lunturnya nilai luhur bangsa, dan lunturnya nilai moral dan budi pekerti (Amsori, 2009). Hal ini lebih dikarenakan adanya pengalihan kegiatan remaja akan kepedulian terhadap nasib diri dan bangsa kepada perilaku-perilaku yang seharusnya tidak terjadi, seperti perilaku penyimpangan seksual.

Untuk itu, perlu sekali bagi pemerintah dan institusi pendidikan serta masyarakat untuk mempedulikan permasalahan ini dengan berbagai langkah antisipsi. Menurut, Amsori (2009), Kepala Dinas Dikpora Kota Surakarta bahwa ada beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku seksual menyimpang pada remaja sebagaimana berikut:
1. Memberikan pemahaman tentang seks dan bahayanya
2. Menciptakan suasana demokratis dalam keluarga atau sekolah
3. Memberikan kepercayaan dan tanggung jawab
4. Melakukan pengawasan dan monitoring secara kontinyu dan berbudaya.

Mengapa tema "seks" perlu diperdidikkan kepada remaja? Hal ini dikarenakan pada usia remaja:
1. mulai terjadi peningkatan jumlah dan fungsi hormon
2. mulai terjadi pematangan organ seksual
3. cenderung memiliki keinginan mencoba yang besar
4. tidak mengetahui batasan yang jelas tentang seks.

Oleh karena itu, dr. Lula Kamal (2009) berpendapat perlunya pendidikan seksual bagi remaja, baik secara formal, nonformal, maupun informal. Pendidikan seksual secara formal dapat dikemas dalam kurikulum di sekolah. Pendidikan seksual secara nonformal dapat diberikan di luar jam sekolah oleh suatu institusi pendidikan. Pendidikan seksual secara informal dapat diberikan oleh keluarga atau masyarakat.

Apabila pendidikan seksual tidak didapat oleh remaja secara memadai maka perilaku seks bebas pun tidak bisa dipungkiri. Akibatnya, masalah-masalah yang seharusnya tidak terjadi harus ditanggungnya. Masalah-masalah tersebut umumnya meliputi :
1. Penyakit seksual seperti AIDS, GO (kencing nanah), dan herpes
2. Kehamilan di luar nikah

Penyakit AIDS adalah penyakit yang berbahaya. Tidak ada gejala pada penyakit ini selama beberapa tahun. Penularannya dapat melalui berbagai aktivitas berikut:
1. Hubungan seksual (25%)
2. Penggunaan alat suntik secara bersamaan
3. Transfusi darah (>90%)
4. Ibu ke bayi (15% - 35%)
(Lula Kamal, 2009)

Menurut Lula Kamal (2009), kehamilan di luar nikah dapat ditindaklanjuti dalam dua cara.
1. Kehamilan dilanjutkan, konsekuensinya:

- bayi tidak diinginkan
- putus sekolah
- hilangnya masa depan
- menjadi orang tua dini
- memalukan keluarga dan masyarakat

2. Kehamilan tidak diinginkan, konsekuensinya
- aborsi, perdarahan, atau kematian
- kerusakan organ reproduksi wanita
- rasa bersalah

Efek globalisasi yang buruk sebagai mana contoh di atas sangat serius. Hal ini perlu dianggap demikian karena kita sebagai warga Indonesia tidak ingin terjerembab lumpur dosa dunia internasional yang mencemari ini. Oleh sebab itu, kita harus mulai memeringkatkan agama pada urutan pertama sebagai tameng sekaligus filter terbaik terhadap arus globalisasi. Ini artinya, kita tidak melakukan freesex karena takut HIV atau takut hamil, tetapi takut dosa! Dosa adalah sesuatu yang patut ditakuti yang paling utama karena agama (Allah) melarang perbuatan haram yang berakibat dosa itu sendiri.


http://www.bioman-smaitnurhidayah.co.cc/2009/03/pengaruh-globalisasi-terhadap-preilaku.html